Cara Membentuk Otot Dengan OCD

By | February 7, 2017

Pernahkah Anda menghabiskan banyak waktu seharian lari di treadmill tetapi tumpukan lemak yang menggelambir tak kunjung hilang? Atau, Anda melakukan latihan sit up secara rutin namun bentuk perut six packs yang Anda dambakan tak juga muncul? Atau malah, Anda adalah penderita obesitas yang menerapkan berbagai macam diet yang ketat namun malah merasa tersiksa sehingga Anda menghentikan program tersebut? Kalau Anda pernah mengalaminya, mungkin Anda tidak akan menyangka kalau mentalist yang juga seorang presenter, Deddy Corbuzier juga pernah mengalami hal serupa.

Om Deddy, sapaan akrab Deddy Corbuzier, bercerita bahwa berat badannya 70 kg saat masih duduk di sekolah dasar dan naik menjadi 110 kg saat selepas tamat perguruan tinggi. Segala macam program diet dan latihan di gym pernah ia jalani, namun karena menurutnya hal tersebut terlalu menyiksa, maka ia menghentikannya. Kemudian, berawal dari perjalannya ke Hongkong saat mengambil sertifikat praktisi beladiri wingchun, ia bertemu dengan sopir taksi yang berumur 70 tahunan tetapi memiliki wajah dan perawakan seperti 40 tahunan. Terkejut dengan fakta tersebut, Deddy memutuskan untuk meluangkan waktu 4 hari secara khusus untuk mempelajari apa yang diterapkan sopir tersebut dalam kesehariannya. Menurut pengakuan sang sopir, ia menerapkan ajaran puasa yang ia peroleh selama ia menjadi biara di shaolin. Akhirnya, selepas pulang ke tanah air, Deddy memformulasikan ide yang didapatnya ke dalam sebuah metode diet yang kemudian ia beri nama OCD.
Latihan membesarkan otot dengan OCD

Obsessive Corbuzier’s Diet atau biasa disingkat OCD adalah metode pengaturan pola makan yang diperkenalkan oleh Deddy Corbuzier. Ia menerangkan bahwa OCD itu bukan merupakan hal yang baru bagi kita. “Singkatnya, OCD adalah puasa.” tulis Deddy dalam ebook yang ia bagikan secara gratis melalui situs www.readyforfit.com. Ia menambahkan bahwa puasa sudah diterapkan nenek moyang kita sejak dahulu kala dan mungkin merupakan jenis diet tertua yang pernah ada. Bahkan, sebagian aliran keagamaan mengajurkan pengikutnya untuk berpuasa.

Dalam agama Buddha, ada tradisi dhutanga yang dilakukan oleh para biksu theravada. Salah satu dari 13 praktik latihan dhutanga adalah ekasanikanga, yang berarti makan sekali dalam sehari. Lebih jauh lagi, dalam agama islam, terdapat berbagai ajaran terkait dengan puasa, diantaranya puasa selama bulan ramadhan, puasa arafah, puasa Daud, puasa senin – kamis, dll.

Akan tetapi, ada yang membedakan OCD dengan puasa keagamaan. Salah satunya adalah, kita tetap diperbolehkan untuk minum selama minuman tersebut tidak mengandung kalori (bahkan, permen pun boleh asal nol kalori). Tetap diperbolehkannya minum selama menjalankan puasa dimaksudkan agar kita tidak dehidrasi saat melakukan aktifitas olahraga.
Tips melatih otot ala OCD
Ilustrasi oleh: Hendro Prayogo

Dalam prakteknya, OCD memberikan waktu puasa yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan kita dalam menjalankannya. Deddy menjelaskan, kita harus menerapkan OCD secara bertahap. Pada minggu pertama, kita harus mulai berpuasa dengan waktu makan 8 jam. Pada minggu kedua, waktu makannya kita kurangi menjadi 6 jam dan kemudian menjadi 4 jam pada minggu ketiga. Ia menambahkan bahwa kita bisa berhenti pada berpuasa dengan waktu makan 8 jam atau 6 jam sehari tanpa melangkah ke tahap 4 jam kalau kita mau, tetapi hasilnya tidak akan maksimal. Untuk hasil yang lebih baik, kita harus menjalankan tahap 24 jam puasa sekali atau dua kali dalam satu minggu. Yang berarti, jika Anda makan pada jam 3 sore pada hari senin, Anda baru bisa makan lagi pada jam tiga sore pada hari selasa. “Mengkombinasikan kedua hal itu (puasa 24 jam dua kali dalam seminggu dan puasa dengan waktu makan 8/4/6 jam pada hari yang lain) akan membentuk tubuh Anda dalam waktu singkat!” terang Deddy.

Dalam pelaksanaan OCD, ada dua pantangan yang harus dihindari:

  1. Makan pagi

Menurut Deddy, makan pagi akan menghambat kesempatan pembakaran lemak saat memulai beraktifitas di pagi hari. Ia menganjurkan untuk mulai makan minimal 3 – 4 jam setelah bangun tidur.

  1. Makan berlebihan (rakus)

Deddy memperingatkan bahwa OCD tidak akan menuai hasil apabila kita mempunyai kebiasaan makan dengan berlebihan. Inti dari COD adalah mengontrol jumlah kalori yang masuk dengan cara membatasi jam makan sehingga kita terhindar dari kebiasaan ngemil. Semakin pendek ‘jendela makan’ yang kita terapkan, berarti semakin terkontrol jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita. Walaupun begitu, kita harus tetap menghindari makan yang berlebihan.

Saat berpuasa ala OCD, kita juga diharuskan untuk berolahraga. Jangan takut untuk berolahraga saat puasa OCD. Banyak yang beranggapan bahwa masa otot akan berkurang jika berolahraga dalam keadaan perut kosong. Memang mungkin terjadi, tetapi hanya jika lemak di dalam tubuh Anda dibawah 7%. Terlebih lagi, olahraga dalam keadaan perut kosong akan mempercepat pembakaran lemak hingga 4 kali lipat.

Tips Melatih Otot Ala OCD

Selain menerapkan pembatasan waktu makan, Deddy juga membagikan rahasia bagaimana cara membentuk otot dengan OCD. Ia menyanggah metode pelatihan di gym yang kebanyakan menerapkan angkatan beban ringan dengan banyak repetisi. Menurutnya, mengangkat beban yang berat dengan sedikit repetisi adalah cara yang lebih baik. Ia mengibaratkan tonjokan satu kali akan jauh lebih sakit dibandingkan dengan tiga kali tamparan. Konsep dari bodybuilding adalah “merusak” otot dan tubuh akan membangunnya kembali saat kita melakukan istirahat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mengangkat beban yang lebih berat akan lebih besar dampaknya.

Lebih lanjut, Deddy juga membagikan program rutin bodybuilding yang bisa dilakukan selama satu minggu yang meliputi:

  1. Dada & trisep
  2. O7W
  3. Back & bisep
  4. O7W
  5. Soulder & trisep
  6. O7W
  7. Kaki

Pada dasarnya, cara membentuk dan membesarkan otot dengan OCD tersebut mempunyai konsep melatih satu otot besar dan satu otot kecil dalam sehari dan kemudian istirahat keesokan harinya sambil tetap melaksanakan OCD 7 Minutes Workout atau disingkat O7W. Dalam latihannya, Deddy mengaku hanya menerapkan enam kali repetisi saja. Contohnya, dada dengan bench press 6 x 3 lalu butterfly press 6 x 3 dan terakhir mungkin upper chest 6 x 3. Tiap enam kali repetisi, ia istirahat selama 30 detik dan kemudian istirahat selama satu menit setelah ganti alat.

Sedangkan untuk O7W, latihan yang dilaksanakan di hari istirahat dengan waktu 30 detik untuk setiap macam gerakan, meliputi (perhatikan gambar di bawah):
Cara melatih otot dengan OCD

Sejak peluncurannya, OCD menuai banyak kontroversi karena beberapa konsepnya sangat kontradiktif dengan kebiasaan umum. Misalnya, makan pagi yang kita anggap wajib untuk dilakukan, malah tidak dianjurkan oleh metode OCD. Terlepas dari pro dan kontra yang ada, tak ada salahnya kita mencoba. Lagipula, pembatasan jam makan OCD mempunyai tahapan yang bisa kita sesuaikan dengan kemampuan tubuh kita dan latihan cara pembentukan otot dengan COD (workout) tidak memerlukan waktu yang lama, sehingga dapat kita lakukan di sela – sela kesibukan. Selamat mencoba.